images (2)Secara umum, umat Islam meyakini suatu kepercayaan bahwa sebelum dijadikan dalam satu mushaf ayat-ayat Qur’an banyak yang dituliskan di tulang-belulang, dedaunan, kekayuan dan sejenisnya yang sifatnya sangat kuno dan nampak keren sehingga dibuatlah dalam satu kodifikasi di atas kertas. Kondisi tulang-belulang dan sebagainya banyak dimuat di berbagai literatur.

AKAN TETAPI, Masjid Agung Guang Zhou menurut ahli sejarah telah berdiri pada tahun 5 Hijrah! Pada tahun tersebut jelas Sang Nabi masih hidup bersama kaumnya yang banyak di antaranya berbisnis sebagai pedagang hingga ke negeri China. Sa’ad bin Abi Waqqash (ayah dari Umar Pembunuh al Hussein as.) lah yang menurut catatan membangun masjid di Guang Zhou tersebut. Dan Tiongkok telah memproduksi kertas sejak sebelum tahun 101 Masehi, jauh sebelum kalendar Hijrah digunakan.

Data ini menunjukkan bahwa telah terjadi perdagangan antara orang Quraish dan Tiongkok yang patut diduga salah satu komoditinya adalah KERTAS. Problematikanya adalah BAGAIMANA bisa tetap diyakini terjadinya penulisan-penulisan di atas tulang-belulang. Tulang apakah? Metode grafirnya bagaimanakah? Di atas dedaunan, daun apakah? Apakah daun dan pelepah kurma adalah media yang tepat untuk menulis?

Sang Nabi pun terbukti telah melakukan surat-menyurat dengan menggunakan kertas dan bahkan dengan stempel khusus sebagaimana umumnya para tokoh kala itu untuk menandai surat-suratnya.

MERDEKA…!

 

Advertisements